Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Kerajaan Kutai

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil . Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Sejarah 

Yupa


Prasasti Kerajaan Kutai
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.



Mulawarman

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.

Aswawarman

Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

Berakhir

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Nama-Nama Raja Kutai


Peta Kecamatan Muara Kaman
  1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman
  2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
  3. Maharaja Mulawarman
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia

Lain-lain

Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu.Hal ini di dasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sangsekerta.Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan.

Pranala luar

Sumber juga dapat dilihat di situs web Royal Ark:

Sejarah Pura Taman Ayun

Saksi sejarah,
Taman Ayun itu , adalah sebuah pura yang terletak di Mengwi. Pura ini ada dekat dari Istana Mengwi. Taman ayun itu ada artinya loh, Taman itu adalah Taman, trus kalo Ayun artinya indah atau cantik. jadi Taman Ayun adalah Taman yang Indah atau Cantik. memang nama ini ga bohong. Kawasan Pura in bener-bener asri n cantik. selain itu anginnya enak juga loh, cepoi-cepoi. uh paling enak kali mau relaks di sini.
Pura ini sudah lama loh berdiri di Mengwi. Pura Taman Ayun ini dibuat pada tahun 1634 oleh raja Mengwi saat itu, yaitu I Gusti Agung Putu. Trus Pura ini dipugar kembali pada tahun 1934. Wow lama ya , 374 tahun yang lalu. wogh, waktu itu gw masi dimana ya????^^

Kawasan Pura ini dibagi menjadi 3. Halaman Pertama disebut dengan Jaba, dimana kita bisa sampai sini hanya dengan lewatin jembatan trus lewat gerbang. Begitu masuk di sana ada tugu kecil untuk menjaga pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat bangunan luas (disebutnya wantilan, sering ada pertemuan dan pentas seni disini). Disini, juga ada tugu air mancur yang mengarah ke 9 arah mata angin, bagus, n enak buat difoto loh. trus kita naik dikit ke tangga dan melewati gerbang, kita ke halaman berikutnya, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah komplek pura kecil dengan nama Pura Luhuring Purnama. Selain itu ada aling-aling Bale Pengubengan (balai yang bersifat negatif, dimana di Dalam Pura juga nanti ada yang besifat positif, Biar Balance) yang dihiasi dengan relief menggambarkan Dewata Nawa Sanga, (9 Dewa penjaga arah mata angin). Di sebelah timur halaman ini ada satu pura kecil disebut Pura Dalem Bekak, sedangkan di pojok sebelah barat terdapat sebuah Balai Kulkul(kulkul kita akan bahas nanti. Kulkul adalah alarm dan alat komunikasi Tradisional masyarakat) menjulang tinggi. di balai kulkul ini bagus banget kalo mau ambil foto pura dan areal Taman Ayun dari atas. Areal ke Tiga atau halaman terakhir adalah yang tertinggi dan yang paling suci. Disini hanya dibuka waktu upacara aja. trus hanya yang berkepentingan yang boleh masuk. Pintunya ada 3, yang paling tengah akan dibuka di saat ada upacara, tempat ke luar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan Gerbang yang di kiri kanannya adalah untuk keluar masuk kegiatan sehari-hari di pura tersebut. Disini uniknya loh. ada banyak sekali Meru(bangunan yang menjulang, yang atapnya berbentuk limas bertumpuk-tumpuk). Mungkin temen-temen berfikir,"kan dibuka waktu upacara aja, gimana liatnya ya???" jangan kawatir. di sekeliling halaman utama ini ada jalan wisatawan.jadi kita masi bisa melihat dan menikmati bangunan ini.

selain itu Pura Taman ayun ini di kelilingi oleh kolam, jadi kelihatan kalo Pura ini Menganbang di air(wogh). trus di Halaman Utamajuga dikelilingi Air. unik ya. Selain kawasan itu di belakang Pura juga ada taman. aduh ini taman jujur gw bilang ya. sejuk banget. terhampar rumput hijau nanluas, serta banyak pohon. wogh enak buat santai. biasanya banyak pelajar kesana buat jalan-jalan dan belajar bareng gitu. kadang ada yang pacaran, trus diuber petugas(kwkwkwkwkw).

Pura Taman Ayun ini cocok buat temen-temen yang suka sejarah, suka dengan perkembangan kehidupan kerajaan. disini ada banyak cerita. dari Berdirinya Kerajaan Mengwi sampai Berkembang dan akhirnya Runtuh. wow. kerenkan. lagi pula Pura ini tidak terlalu mahal untuk masuknya. cukup dengan 4.100 buat dewasa, n 2.100 (maret 2008) buat anak-anak. murah kan???

Pura ini ga begitu jauh dari Denpasar, sekitar 25menit perjalanan. nanti kalian juga bakal liat istana Mengwi kok. ^^

Nah ini yang hot news, kenapa gw merekkomendasikan ini Pura, karena pada 12 Maret 2008, Pura Taman Ayun di masukan ke Daftar Warisan Budaya Dunia (World Heritage List). Luar biasa ya. jadi ga salah deh kalian datang kesini. Dari pada temen-temen jauh-jauh ke luar negeri nyari tempat sejarah yang juga masuk ke daftar ini. toh juga di Indonesia juga ada. ya ga.........

Gw sih ga heran kenapa Pura Taman Ayun masuk ke Daftar ini. gw lumayan tau sejarahnya. maklum gw orang Bali dan Asli Mengwi. rumah gw ga jauh dari Pura ini dan gw sering ke Pura Taman Ayun untuk foto atau sembahyang. selain itu, Karena Pura ini Gw bisa bahasa Inggris. maklum waktu SMP sering iseng kesini trus jadi guide. so belajar sejarahnya juga jadinya.

Lanjut. diluar ada juga jajanan bali. tepatnya makanan bali seperti Babi guling, Lawar DLL. lumayan buat ganjel perut. lumayan enak sih. dan murah coi. jadi sante aja. hehehe....

met jalan-jalan di Taman Ayun.^^